Bekasi (ANTARA News) - Sistem pemilihan umum (Pemilu) menggunakan pena untuk memilih tanda gambar partai politik dan nama calon anggota legislatif, menyulitkan dan berpotensi menghasilkan suara tidak sah dari kalangan penyandang tuna netra.
Ketua Umum Penyandang Cacat Indonesia (PPCI), Siswadi di Bekasi, Selasa, mengatakan, sistem tersebut akan menyulitkan tuna netra.
Mereka akan mengalami kesulitan mengontrol apakah penandaan menggunakan pena sudah berhasil atau belum, sehingga dikhawatirkan hasilnya tidak sah."Diharapkan sistem tersebut bisa diubah dengan pencoblosan nama atau tanda parpol peserta pemilu," ujar Siswadi.Sistem pencoblosan akan memudahkan penyandang tuna netra untuk mengontrol pilihannya melalui perabaan dan hasilnya akan lebih akurat.
Saat ini, penyandang cacat tuna netra di Indonesia yang berhak memilih calon anggota legislatif tingkat kabupaten, kota, propinsi dan DPD mencapai satu juta orang.Mustado (40), salah seorang penyandang tuna netra yang berprofesi menjadi tukang pijit di wilayah Jatikramat, Bekasi mengatakan, pemilu menggunakan sistem pencoblosan nama atau tanda gambar parpol akan memudahkan tuna netra."Saya khawatir kalau pemilu legilatif menggunakan sistem penandaan dengan pena hasilnya tidak maksimal. Kalau itu diterapkan berpotensi golput bagi tuna netra," kata dia.
Menanggapi kekhawatirkan Ketua PPCI itu, Ketua KPU Kota Bekasi, Achmad Herry mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan yang berwenang apakah pemilu akan menggunakan sistem pena atau pencoblosan gambar parpol.Kekhawatiran tersebut, menurut dia, cukup beralasan dan diharapkan menjadi perhatian KPU pusat.
"Semua itu kan baru wacana kita tunggu saja apakah pemilu menggunakan sistem pena atau pencoblosan," kata Achmad Herry.(*)
Selanjutnya......
SELAMAT BERKUNJUNG,BERGABUNG MENJALIN IKATAN KEMITRAAN
Jalinan Kemitraan digalang oleh rasa simpati yang menggerakkan diri tuk berbuat "satu" namun memberi "seribu satu" makna,bagi eksistensi organisasi dan menciptakan karsa bagi mereka [Tunanetra]menghilangkan sikap stereotype,diskriminatif dan antipati sehingga mereka dapat eksis dalam kehidupan menuju penyetaraan [Berbuat Untuk Tunanetra,Berbuat Untuk Semua] Bagi sahabat yang ingin berbagi dan mendukung Program Kami,Kampanyekan Blog ini dengan mengcopy Banner Komunitas Peduli Tunanetra.Klik DisiniBuat Para Sahabat Pengunjung ,Blogger,Anggota KAPTEN MITRA,dan Anggota BAMPER XII,kami tunggu masukan dan sarannya yah, demi membangun organisasi kami dan terkhusus kepada para penyandang cacat khususnya Tunanetra.
Kami merekomendasikan Anda untuk mempergunakan Mozilla FireFox Web Development & Hosting
Senin, September 29, 2008
Sistem Pemilu Gunakan Pena Sulitkan Tuna Netra
Akses iTunes bagi Tunanetra
MASSACHUSETTS - Apple bekerjasama dengan pemerintah negara bagian Massachusetts dan National Federation of the Blind (organisasi tunanetra), akan memberikan fasilitas khusus bagi penyandang tunanetra untuk mendapatkan akses layanan iTunes.
Seperti dilansir Wall Street Journal, Senin (29/9/2008), Apple menggunakan teknologi yang dapat memberikan informasi dalam bentuk huruf braile atau mengubah informasi dalam bentuk suara. Dengan demikian, setelah menerima informasi tersebut, para pengguna tunanetra dapat mencari lagu yang diinginkan melalui keyboard.
Apple juga memberikan kontibusi senilai USD250.000 kepada komisi penyandang tunanetra untuk mengembangkan seluruh program tersebut agar para penyandang tunanetra dapat mengakses kebutuhan teknologi.
Berdasarkan kesepakatan Apple tersebut, pihak apple juga akan menyediakan iTunes U yang menyediakan konten pendidikan, dan dapat diakses pada 31 Desember mendatang. Kesepakatan itu, akan berlangsung selama tiga tahun dan akan diujicoba terlebih dahulu sebelum dapat digunakan penyandang tunanetra.
iTunes selama ini dikenal sebagai tempat untuk membeli dan mengunduh lagu-lagu dan konten lain. Penyandang Tunanetra di Amerika dan dunia selama ini terus berjuang untuk dapat mengakses informasi di internet. (srn)
Selanjutnya......
Minggu, September 28, 2008
Mata Bionik, Harapan Baru Penyandang Tuna Netra
Bila sebelumnya tidak ada harapan kesembuhan bagi para penderita tuna netra akibat penyakit keturunan, para ahli di Rumah Sakit Mata Moorfields di London sedang mencoba menyembuhkan 2 pasien tuna netra dengan menggunakan mata bionik.Mata bionik yang disebut Argus II ini bekerja lewat kamera yang terpasang pada pada lensa kacamata. Gambar yang ditangkap oleh kamera ini kemudian dikirim lewat gelombang ke penangkap dan panel elektroda yang ditanam dalam bola mata dan menempel pada retina. Gelombang yang ditangkap oleh alat penerima ini kemudian dikirim ke elektroda yang akan mengirimnya lewat rangsangan pada saraf retina.
Rangsangan ini kemudian dikirim ke otak seperti pada proses kerja mata yang sehat.Argus II yang digunakan oleh para dokter di Moorfields ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan swasta di Amerika Serikat yang bernama Second Sight. Walaupun Argus II sudah mampu mengembalikan fungsi dasar penglihatan, namun para ahli mengatakan bahwa usaha ini baru sampai taraf dasar saja dan masih jauh dari kata sempurna.
Walaupun para dokter berharap bahwa usaha mereka ini bisa membantu 2 penyandang tuna netra yang mengikuti program ini, namun belum jelas apakah kedua pasien itu merasa terbantu karena yang mereka lihat sejauh ini hanyalah berkas cahaya dan bayangan gelap saja. (bbc/roc)
Selanjutnya......
Sabtu, September 27, 2008
Kamera Mata Bionik Untuk Tunanetra
Selama bertahun-tahun, beberapa ilmuwan berupaya menciptakan transplantasi mata bionik untuk menjawab harapan penyandang tunanetra. Beberapa periset AS memprediksi dapat mencapai langkah revolusioner terhadap teknologi video dan fotografi digital yang suatu saat nanti dapat menyembuhkan kebutaan.
Ini merupakan terobosan dari teknologi fiksi-sains di film Terminator yang pernah diperankan aktor Arnold Schwarzenegger pada tahun 1984. Dalam film itu, Arnold Schwarzenegger menggunakan mata bionik yang berfungsi mengubah penglihatannya ke dalam informasi digital.
Dalam perkembangan teknologi terbaru, para ilmuwan telah menciptakan kamera dengan permukaan lensa deteksi cembung. Tim periset AS menerangkan aplikasi teknologi ini merupakan kemajuan besar pada sensor kamera digital yang ada saat ini. Seperti halnya dengan fungsi retina manusia, kamera mata bionik ini memungkinkan pantulan cahaya dari sebuah subjek diubah menjadi gambar lewat proses pengiriman pesan syaraf optik ke otak.
Sensor tersebut memungkinkan mata bionik menangkap gambar yang lebih tajam tanpa terjadi distorsi dengan ruang pandang lebih baik layaknya pada mata manusia. Namun sampai saat ini, para ilmuwan belum dapat menciptakan sensor digital cembung yang dipasang di mata bionik karena sensor yang terdiri dari pixel silikon ini sangat rapuh atau mudah rusak.
Tim periset dinya dari Northwestern University, Illinois, AS, memecahkan masalah tersebut dengan menciptakan membran elastis setengah simetris. Membran tersebut dapat disusutkan sehingga memungkinkan untuk dipasang ke dalam mata bionik sebelum membran itu kembali mengembang ke bentuk asal.
Profesor Yonggang Huang dari Northwestern University menerangkan: "Kamera tradisional berfokus pada pandangan yang jelas di pusat bidikan, namun cahaya pandangan pada sisi target bidikan sekitarnya nampak semakin memudar. Namun, karena kamera mata bionik mempunyai lensa cembung maka memungkinkannya untuk mendapatkan ruang pandang yang luas layaknya cakupan pandang pada mata manusia."
Mata bionik ini hanya mempunyai 256 pixel atau masih jauh dari standar kamera digital dengan ribuan pixel. Namun, para periset menerangkan masih terbuka kemungkinan dalam waktu dekat untuk mendesain mata bionik dengan jumlah pixel yang lebih besar. (dailymail.co.uk)
Selanjutnya......
Sel Buatan Untuk Tunanetra
Sebuah penelitian di rumah sakit Moorfields Eye Hospital di London berhasil menemukan fakta bahwa dengan menggunakan sel buatan (cangkokan) mereka dapat membantu “membuat kembali” sel mata. Mereka berhasil mengimplementasikan sel buatan ini pada korban kebutaan akibat bahan kimia atau terkena kuman Aniridia. Mereka telah menerapkan teknologi ini pada 19 pasien. Hasilnya, 10 dari 19 orang tersebut kembali untuk check-up dengan hasil yang jauh lebih baik. Dapat melihat lagi. Sementara 9 (sembilan) orang lainnya belum melakukan check-up sehingga tidak diketahui bagaimana keadaan mereka saat ini.
Dr Daniel, salah seorang peneliti mengatakan:
Kornea mata mereka (korban karena zat kimia atau Aniridia) menjadi tidak tidak foku. PEmbuluh darah tumbuh di sekitar daerah ini dan akibatnya mereka tidak dapat melihat lagi. Ini sangat menyakitkan.
Dengan mengganti sel batang (salah satu jenis sel di kornea mata) kornea kembali menjadi jernih seolah mengganti permukaan mata dengan permukaan transparan yang sehat.
Kami tidak bisa mengembalikan ke kondisi semula, tapi para pasien menuturkan hasil yang lebih baik
Jika penelitian tentang sel batang ini dilanjutkan, ada kemungkinan membuat bagian tubuh manusia yang hilang karena kecelakaan atau penyakit.
Selanjutnya......
Alat Kiblat Untuk Tuna Netra
Kabar gembira bagi penyandang tuna netra, nantinya tak harus tergantung kepada orang lain. Dua mahasiswa Elektronika Institut Teknologi Nasional (ITN) menciptakan dua alat untuk membantu para tuna netra lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Dua alat itu adalah kalkulator dan penunjuk arah kiblat yang tepat bagi tuna netra. Kedua alat yang didesain secara sederhana ini dapat memberikan informasi tentang hitung-hitungan maupun arah kiblat melalui pesan suara yang bisa didengar jelas oleh para tuna netra.
“Untuk lebih memudahkan para tuna netra menggunakan banyaknya tombol dalam kalkulator ini, saya membuatnya dengan menggunakan huruf braille,” ujar Mukhlish Andi Kristiyawan, pencipta kalkulator untuk tuna netra, Selasa (18/3).
Dalam pengoperasiannya, para tuna netra cukup memencet tombol sesuai dengan angka yang ingin di jumlah, kali maupun dibagikan, hasilnya akan keluar dalam bentuk suara. Sehingga para tuna netra tak perlu repot lagi menghitungnya.
“Biaya pembuatannya cukup murah yakni kurang dari Rp 500.000. Saya harap dengan temuan ini memberi kesempatan tuna netra untuk bekerja lebih luas lagi, apalagi lembaga pemerintah sudah mulai membuka diri untuk penyandang cacat,” beber mahasiswa asal Bojonegoro ini.
Selain kalkulator, mahasiswa ITN bernama Andi juga mencoba memadukan fungsi kompas dan pesan suara dengan bantuan microkontroler hingga menghasilkan penunjuk arah kiblat yang bagi tuna netra. Cukup dengan memencet tombol yang paling kiri, para tuna netra mampu
menentukan arah kiblatnya sendiri tanpa diarahkan lagi oleh orang lain.
“Saat menekan tombol paling kiri, alat ini akan memberikan perintah kemana tuna netra harus menghadap. Alat akan menyebut kata “tepat” jika posisi berdiri untuk shalat sudah benar,” sela Andi, penemu alat penunjuk arah kiblat.
Ditambahkan, dengan adanya kedua alat ini diharapkan mampu menjadikan para tuna netra lebih mandiri dalam menjalankan tugas keseharian mereka. “Saya berharap alat ini bisa membantu para tuna netra dalam beribadah,” tandasnya.[repro : surya.co.id/roely]
Selanjutnya......
Rabu, September 24, 2008
Potensi Tunanetra
Penampilannya begitu sederhana dengan pembawaan yang ramah. Begitulah Saharuddin Daming, satu dari 11 orang anggota terpilih Komnas HAM periode 2007-2012. Kehadirannya di antara komisioner lainnya menjadi istimewa karena Saharuddin adalah tunanetra –kelompok yang selama ini sering terdiskriminasi.
”Penyandang cacat selama ini adalah kelompok yang paling banyak mengalami perlakuan diskriminasi dan termarginalkan. Mereka sering dibatasi, dipersulit, bahkan dihilangkan haknya,” ujar Saharuddin mengenai alasannya mengikuti seleksi komisioner Komnas HAM.
Ada lebih dari 300 calon komisioner yang diseleksi. Maka, pria 42 tahun kelahiran Pare-Pare ini menganggap terpilihnya dirinya sebagai suatu hal yang tak terduga. Bahkan dengan merendah, Saharuddin mengelompokkan diri dalam kelompok ‘Paria’ di antara kelompok ‘Brahmana’ dan ‘Ksatria’ yangmengikuti seleksi komisioner Komnas HAM.
Kelompok ‘Brahmana’ yang ia maksud adalah para purnawirawan jenderal TNI dan Polri yang masih memiliki kekuasaan, memiliki uang, dan pengaruh. Kelompok ‘Ksatria’ adalah kelompok yang memiliki uang, tapi tidak punya pengaruh. Sedangkan kelompok ‘Paria’ adalah yang tak punya uang, tak punya pengaruh, dan hanya mengandalkan rasa percaya diri.
Kini, setelah masuk dalam deretan anggota komisiner, bungsu dari lima bersaudara ini sudah siap dengan agendanya. Dua yang paling diprioritaskan adalah memperjuangkan rativikasi konvensi international tentang hak penyandang cacat, yakni Resolusi PBB Nomor 61/106 Tahun 2006, sehingga bisa diberlakukan di Indonesia. Dan, memperjuangkan perubahan undang-undang yang secara substansial berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM bagi penyandang cacat.
Penerimaan calon pegawai negeri sipil yang masih menggunakan klausul sehat jasmani sebagai salah satu persyaratan, ia sebut sebagai peraturan yang diskriminatif. ”Anehnya, beberapa kalangan medis atau dokter berpendapat cacat itu bagian dari tidak sehat jasmani,” ujar mantan ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sulawesi Selatan (1994-2004) itu.
Advokat dengan klien rata-rata penyandang cacat ini sering menemukan fakta penyandang cacat tidak diberi hak mendapat surat keterangan berbadan sehat dari beberapa dokter. Karena itu, ayah dari Fadhilah Istiqamah (8 tahun) dan Mufidatul Husna (6 tahun) ini, berjanji akan memperjuangkan revisi semua peraturan yang mendiskreditkan penyandang cacat. Suami dari Yayi Zaitun Asdy (37 tahun) ini bahkan menilai UU Nomor 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat justru merupakan bagian dari masalah kemajuan tunanetra dan penyandang cacat pada umumnya.
Sejak 2005 kandidat doktor Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) ini berinisiatif menyusun draf perubahan UU tersebut seorang diri. ”Saya berharap agar draf undang-undang tersebut kelak diterima dan disahkan oleh penguasa sebagai legal standing bagi pemenuhan hak tunanetra dan penyandang cacat dalam arti yang sebenar-benarnya,” ujar Saharuddin.
Pembela hak
Saharuddin mengalami gangguan penglihatan sejak usia 10 tahun. Penyebabnya adalah mata kanannya kemasukan debu dari atap rumahnya yang ketika itu sedang dibenahi. Dengan kondisi satu mata yang rabun, ia tetap getol membaca buku meski dengan penerangan seadanya. Tak sampai setahun, mata kirinya ikut bermasalah. Ia sempat dioperasi, namun gagal. Dokter menyatakan sistem syaraf otak ke retina matanya lumpuh.
Kehidupan Saharuddin pun hanya diwarnai kepekatan. Ia menjalani pendidikan di SLB A Yapti, Makassar. Selepas SLB, ia melanjutkan ke SMA Muhammadiyah. Namun, tak puas dengan sistem di sekolah itu, ia pindah ke SMA Datuk Ribandang, Makassar. Kehadirannya di sekolah umum awalnya disambut sinis, heran, dan bingung oleh kalangan siswa maupun gurunya. Namun, dengan kekurangannya Saharuddin justru meraih peringkat pertama hingga ia tamat pada 1988.
Berbagai kisah menyentuh terus menemani langkahnya. Saat akan mendaftarkan diri ke Unhas, ia satu-satunya tunanetra yang ikut seleksi penerimaan mahasiswa baru (sipenmaru) Unhas. Anehnya, ketika pengumuman dirinya dinyatakan lulus, kelulusannya justru dicurigai. Sejumlah petinggi Unhas sempat berupaya menginvenstigasi kelulusan Saharuddin, apalagi dalam manifes calon mahasiswa tidak dilaporkan adanya peserta tunanetra.
Beruntung, ganjalan masuk ke Unhas berhasil dilewatinya dengan mulus. Ia kemudian menjalani masa-masa perkuliahan layaknya orang normal. Saharuddin tak pernah menggunakan peralatan dengan huruf Braille. Semua aktivitas perkuliahan dilakukannya dengan memakai alat perekam. Ia berhasil lulus pada 1994 dengan IPK 3,62.
Saharuddin bukanlah orang yang lemah dan gampang mengalah. Justru pada saat tertentu, sosoknya tampil sangar. Ini diperlihatkannya saat memimpin aksi-aksi demontrasi membela hak dan menyuarakan kepentingan penyandang cacat.
Pada 1998, misalnya, dengan berani Saharuddin dan kawan-kawan tampil membela hak pelajar SMU yang ditolak karena mereka tunanetra. Saharuddin menemui kepala Kandepdikbud Sulsel dan menyatakan bahwa diskriminasi dan ketidakadilan pendidikan terhadap tunanetra harus dihapuskan. Perjuangan Saharuddin berhasil. Mulai saat itu, seluruh SMU di Makassar terbuka bagi tunanetra, sepanjang memenuhi persyaratan administrasi.
Menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden, Saharuddin dan kawan-kawan beraksi di kantor KPUD Sulsel. Saharuddin memperjuangkan hak suara bagi para penyandang cacat. Mereka memperjuangkan penggunaan template dalam pelaksanaan pemilu agar para penyandang cacat tidak kehilangan hak politik mereka untuk memilih secara langsung.
Penggemar musik gambus ini mengaku telah siap dengan kemungkinan munculnya sikap sinis terhadap kiprahnya kelak, seperti yang telah ia alami sejak usia 12 tahun. Saharuddin sangat menyadari kekurangan fisiknya. Tapi, bagi dia, sikap sinis merupakan cerminan masyarakat yang tak paham bahwa di balik kegulitaan seorang tunanetra, terdapat potensi yang lebih terang dan kuat daripada yang diperkirakan orang banyak.
Sumber : www.republika.co.id
Selanjutnya......
Senin, September 22, 2008
Tongkat Elektronik Khusus Tunanetra
Menjadi manusia dengan keterbatasan tentu sangat tidak enak. Mereka butuh kepedulian orang lain/benda untuk dapat menjalankan aktifitas tertentu. Sebagai contoh, tuna netra. Jika mereka ingin berjalan-jalan mereka membutuhkan tongkat. Fungsinya: agar mereka dapat mengetahui batas jalan atau mengetahui adanya sesuatu yang mungkin bisa mereka tabrak. Seorang desainer Jim woo, mendengar keluhan ini dan membuat sautu alat bantu bagi para tuna netra. Alat yang diberi nama “Tactile Wand” ini mamu membantu orang tuna netra berjalan jalan. Fungsinya sama dengan tongkat kayu yang biasa digunakan oleh orang buta.
Cara kerjanya: alat ini akan memancarkan sinyal ke segala penjuru (khususnya bawah) untuk mengidentifikasi ada tidaknya benda/halangan. JIka ada halangan, tongkat ajaib ini akan bergetar. Makin dekat hambatannya, makin kuat pula getaran yang dirasakan oleh si penderita. Jadi penderita cukup terbantu dengan tongkat ini.
Selanjutnya......
Telepon Genggam Khusus Tuna Netra
HP atau telepon genggam sudah menjadi bagian dari hidup kita. Bisa dibilang kita tidak bisa hidup tanpa si "Henpon" ini. Coba bayangkan kalo kita tidak bisa melihat secara jelas angka2 dan huruf2 yang ada di handphone kita. Pasti kacau dan mengesalkan. Banyak para penderita Tuna Netra memiliki kemampuan untuk mengenali sesuatu misalnya pancaran warna. Takumi Yoshida menciptakan handphone yang menggunakan teknologi tersebut. Ia menggunakan Iluminasi warna dan keypad yang dapat dikenali oleh para penderita tuna netra tersebut yang ia namakan SENS.
Dengan bantuan cahaya tadi para pengguna tuna netra dapat melihat text kecil pada layar. Lampu iluminasi tersebut ditempatkan di sisi samping badan ponsel dimana bagian itulah yang paling terekspos ketika ponsel diletakkan di atas permukaan datar.
Selanjutnya......
Sabtu, September 13, 2008
HIPER Voice Nampil di Clarion Hotel
Hiper Voice singkatan dari Himpunan PERTUNI dan YAPTI merupakan group Nasyid dari Makassar,seluruh porsenilnya adalah tunanetra, yang berjumlah 6 (enam) orang.
Diundang oleh KiSEL (Koperasi TELKOMSEL) di Clarion Hotel dalam Safari Ramadhan dan Ramah Tamah KiSEL SULMALIRJA. Bareng teman - teman BAMPER XII mendampingi mereka yang juga ikut serta Ketua DPD PERTUNI SULSEL.Para pasukan BAMPER XII, bertugas mendampingi (Nganterin ke lokasi, nganter ke atas panggung, terus ngambilin makanan tentunya).Vokal dan kekompakannya dijamin bisa nandingin ma group nasyid lainnya.
Sip deh,gimana ngak mau ikut,itung-itung makan gratis (buka puasa bersama) di hotel berbintang (wuih),sedep bro.
Pulang balik dari meja prasmanan dengan hidangan beraneka ragam tuh,sampe jadi perhatian tamu dan undangan masing-masing nak BAMPER XII ditangannya ada 2 piring dengan porsi yang membukit (hehehehe) tuk ngambil makanan buat sahabat HIPER Voice.
Acara tersebut juga diselenggarakan oleh KiSEL untuk berbagi kepada Anak Panti Asuhan, berupa bantuan dana pendidikan dan tas sekolah.
Selanjutnya......
Minggu, September 07, 2008
Alat Potret Desain Khusus Tunanetra
Momen untuk mengenang masa lalu terekam secara visual oleh alat yang bernama kamera. Jika selama ini dibutuhkan mata untuk mengoperasikannya, Desainer Chueh Lee dari Samsung China perusahaan yang terus berusaha mendesain produk terbaru dan unik tersebut,telah mendesain kamera khusus bagi mereka yang tidak mampu melihat atau buta.Momen - momen tersebut ternyata juga sangat berarti bagi para tunanetra, kenapa tidak ??, bagaimana pengoperasiannya ?? , mungkinkah di operasikan oleh yang non tunanetra ??.
Touch Sight merupakan kamera digital revolusioner yang didesain khusus bagi mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Fiturnya simpel dan sangat mudah digunakan, termasuk fitur unik yang dapat merekam suara selama tiga detik. Suara itu dapat digunakan untuk melihat kembali dan mengatur foto yang sudah diambil. Sebagai ganti LCD, digunakan layar Braille yang mampu menampilkan gambar 3D dengan cara meng-emboss-kan permukaannya. Penggunanya bahkan dapat bertukar suara dan gambar ke sesama kamera Touch Sight.
Salah satu aspek menarik yang ditemukan oleh Chueh adalah posisi optimal kamera ini berada di depan dahi. Tim desainer Touch Sight adalah Chueh Lee, Liqing Zou, Ning Xu, Saiyou Ma, Dan Hu, Fengshun Jiang dan Zhenhui Sun.
Dengan konsep dan desain tersebut tim desain mendapatkan award dari 2008 Internasional Excellent Award
Rasanya Touch Sight akan dijajal tidak hanya oleh para tuna netra, tapi orang normal pun pasti ingin tahu bagaimana rasanya menyentuh gambar emboss di kamera ini.
Selanjutnya......
Sabtu, September 06, 2008
Apa Itu Tunanetra ???
Sahabat mungkin ada yang bertanya dan bahkan belum tau apa tunanetra itu,kali ini saya memberi sedikit info buat sahabat - sahabat mudah-mudahan memberikan gambaran mengenai tunanetra.
Tuna netra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang tidak dapat melihat atau buta. Untuk berjalan, seorang tuna netra menggunakan tongkat khusus, yaitu berwarna merah putih horizontal. Kebanyakan penyandang tuna netra memiliki kelebihan pada indera pendengaran dan penciuman. Dalam keterbatasan fisik itu, tak sedikit penyandang tuna netra yang memiliki kemampuan luar biasa misalnya di bidang musik atau ilmu pengetahuan.
Sedangkan Huruf Braille adalah huruf timbul yang khusus digunakan untuk para penyandang tuna netra. Huruf ini terdiri dari kumpulan titik-titik yang disusun sedemikian rupa untuk menggantikan huruf biasa. Penulisannya pun menggunakan mesin ketik khusus Braile. Namun untuk penghitungan, penyandang tuna netra dapat menggunakan sempoa.
Gimana dah jelas ngak,ada yang mau bertanya???
Selanjutnya......
Selasa, September 02, 2008
Permintaan Hati
1+1=2
itu kata orang tapi bagi kami belum tentu
kadang kami dapat nol atau bisa jadi kosong
apalagi tidak semua orang berjiwa sosial
padahal Tuhan maha adil
telah memberikan kepada semua manusia kemampuan yang sama
tinggal manusia itu yang melatih bagian mana dari dirinya yang difungsikan
tinggal manusia itu maunya jadi apa dia dikehidupan ini
IDENTITAS QALBU
kenali putih lewat hitam
kenali hitam lewat putih
wajah adalah cermin hati
berapa banyak engkau tersenyum hari ini
kawan lawan luluh dengan senyuman
punya kawan 1.000.000.000 orang sangat sedikit
punya lawan 1 orang sudah sangat banyak
sadar ga sadar bahagiakah orang sekeliling kita
merah kuning sama bagi mereka
baik buruk tergantung hati kita
baik buruk tergantung sikap kita
buktikan pedulimu..........!!!!!!!!
By: Karca (ashar)
Selanjutnya......
Senin, September 01, 2008
Penyerahan Hadiah Turnamen Futsat Tunanetra
Turnamen Futsal usai sudah,pertandingan tersebut, memberi warna tersendiri bagi warga kota makassar, bagaimana tidak turnamen futsal yang di mainkan oleh para tunanetra belum pernah diselenggarakan baik itu tingkat lokal maupun nasional.
Penyerahan hadiah turnamen futsal tunanetra diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari.Masing - masing juara diserahkan oleh , Juara I oleh Bapak Kadis Sosial Kota Makassar, Juara II oleh Pimpinan Umum Tribun Timur dan Juara III oleh Ketua DPD PERTUNI SULSEL.Berikut Dokumentasi penyerahan tersebut ...
Selanjutnya......
Kata Mereka
|
| Ketua DPD PERTUNI SULSEL
Hamzah M.Yamin
Dengan adanya website ini, memberikan warna tersendiri mengenai penyandang cacat, terkhusus tunanetra, media website menjadi salah satu bentuk sosialisasi yang sangat bagus dengan jangkauan internasional,sehingga upaya mempublikasikan sahabat tunanetra dapat terjangkau secara menyeluruh. Aksi yang dilakukan BAMPER XII sebagai organisasi volunter / mitra PERTUNI sangat membantu kinerja DPD PERTUNI SULSEL dan penyandang tunanetra khususnya, teruslah memberikan satu kebaikan kepada mereka yang membutuhkan |
